Minggu, 02 November 2008

Hidup jangan cuma tidur....

Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah menjadi  SADAR. Inti dari kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan 'TERTIDUR' mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhrinya meninggal dalam keadan 'TERTIDUR'.

Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Kita tahu dimana menyimpan uang. kita juga tahu persis nomor pin kita. dan kita pun menyerahkan uang kita pada orang yang tidak kita kenal. Kita tahu, tapi kita tidak sadar. Karena itu, kita bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Kita tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi kita tidak juga melakukannya. Kita juga tahu memperjual belikan jabatan itu salah, tapi kita menikmatinya. Kita pun tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi kenapa ada sebagian dari kita tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh mengetahui tapi tidak sadar !!!

Kematian mungkin suatu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau kita sedang menonton di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam dan petugas bioskop berkata, " silahkan anda pulang, pertunjukan sedah selesai, listriknya tidak akan hidup kembali."

Hihup ini seringkali menipu dan menina bobokkan orang, untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, dari mana kita nerasal, dan kemana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukkan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf perancis, Teilhard de Chardin, " Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah mahluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi. "Manusia bukanlah 'mahluk bumi' melainkan 'mahluk langit' kita adalah mahluk spiritual yang kebetualan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan 'rumah' untuk mencari 'rumah' yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangn lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah sementara kita atau tubuh kita sendiri.

Coba kita resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau kita menyadari ini, kita tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila kita sudah mencapai kebutuhan tersebut, itu sudah cukup  !! buat apa sibuk-sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat kita nikmati selama-lamanya. Apalagi kita sudah merusak jiwa kita sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peritiwa yang pahit agar kita sadar?? jawabnya : IYA !! tapi kalau merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah : belajarlah MENDENGARKAN !!!. dengarlah dan belajar lah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati kita untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Syang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

Sabtu, 20 September 2008

Sebuah pembelajaran dari sebuah pilihan

ckckckckck....judulna panjang amat yagh...tapi itulah yang dirikuw rasakan sekarang setelah keluar dari RRI per 1 september 2008, awalnya ngerasa sedih...galau...kacau...ampur aduk dah coz dunia penyiaran udah mendarah daging di badan ku...diriku ngerasa nyaman banget walaupun gajinya gag terlalu besar cuma ngersa ada kepuasan batin yang gag mesti di tekan2 seperti kerjaan yang satunya...tapi setelah seminggu ngjalanin kembali kehidupan sebagai seorang P****I diriku mulai bisa merasakan kenyamanan ....kenapa?? gag musti bangun pagi2 buat siaran subuh, gag musti dikejar2 ma PA kalau mau ngumpul...semoga ajagh lah apa yang udah diriku pilih bisa bermanfaat nantinya buat masa depan ku...

Jumat, 29 Agustus 2008

hikss.....i'm a loser



hidup ini penuh dengan pilihan...itu kata kebanyakan orang, awalnya dirikuw gag begitu percaya karena selama ini sy bisa ngejalanin hidup dengan apa adanya, tanpa perlu repot-repot memilih...sy baru ngerasa betapa sulitnya memilih akhir-akhir ini ketika sy dihadapkan dengan 2 pilihan...antara P****I dan Penyiar....!! sy harus bisa milih satu diantaranya. Semuanya sih berawal dari kesalahan sy sendiri yg gag bisa me manage kerjaan sy...!!! dilematis memang cuma bukannya kita gaag bakalan bisa berdiri di 2 perahu??? pasti bakal kecebur...!!!! nah itu yang sy rasain sy udah kecebur basah dan gagal!!! tapi sy masih harus memilih perahu mana yang bakal sy tumpangi untuk bisa ketepian....? RRI kah atau P***I???? bingung???? banget karena ada beberapa pertimbangan di RRI sy nemuin siapa sy sebenarnya...ide2 kreative sy bisa tersalurkan dan sy ngerasa pw banget berada di lingkungan seperti ini...namun disuatu sisi sy juga gag bakalan bisa ninggalin kerjaan yg satunya...banyak alasan yang bisa sy sampaikan yang cuma sy dan tuhan yang tau!!! huuhh dengan penuh pertimbangan Finally sy memilih untuk keluar dari RRI keluar dari lingkungan yang begitu sy cintai...kerjaan yg walaupun gajinya gag begitu besar nmun bikin sy nyaman dan pw!!! walaupun sebenarnya gag tega ninggalin swemua yang ada di RRI karena sy dengan mereka(Indra, Bunsent, Riri, Hany dkk) udah ada ikatan yang cukup kuat satu sama lain...sedih??? pastinya mungkin air mata ini udah habis dan gag bsa keluar lagi karena perasaan yang bgitu sedih!!!!(ini jujur) 
sempat berpikir ...kenapa sy udah masuk P****I duluan???? kenapa gag RRI duluan...tapi apa mau dikata lagi!!! keputusan udah di ambil

SY KELUAR DARI RRI

terhitung mulai dari tanggal 1 September 2008, so buat temen2 pendengar pro2, sy mohon maaf sebesar-besarnya kalau selama sy siaran di Pro2 ada kata-kata yang menyinggung atau menyakitkan hati!!!! maaap banget buat temen2 pro2...RIRI, INDRA, BUNSENT, HANY, FETY .... tengkyu bnaget udah jadi bagian hidup sy!!! maap banget kalau terkadang sy nyebelin, suka merintah atau mungkin suka ngomongin kalian tapi jujur sy gag bakal bisa ngeluapain kalian u r da bez....fren i ever had!!!! hiks...sedih baget guyz!!! keep fighting....yagh tetep perjuangkan PRO2 MORE THAN JUST RADIO

Insya Allah kalu gag ada halangan sy bakal gabung lagi dengan kalian...!!!!

 luv u all guyz

Sabtu, 23 Agustus 2008

semangaaaddddd

udah lama bnagt rasanya gag nulis ni blog bukannya gag mau cuman kebetulan sibuk luar biasa...belum siaran belum lagi kerjaan ntu...tapi deemaz harus semangad!!!! tetap semangaddd....gag boleh menyerah...oy maw ngucapin tengkyu sebanyak2nnya dulu deh buat temen-temen yang udah ngasi support ketika saiyagh down kemaren terutama buat mmmm A***A hehe tengkyu banget udah bikin sy semnagad buat ngejalanin ini semua
tetap semangaaaaddddddd

Selasa, 22 Juli 2008

Cinta untuk gadis manis mungilku (part 1: beratnya tumbuhkan cinta)

Seorang sahabat pernah bercerita tentang complicetednya sebuah CINTA yang hanya terdiri dari 5 huruf namun penuh dengan sejuta misteri…berikut ini saya coba paparkan berdasarkan apa yang telah sahabat ku ceritakan…!!!!

Cinta untuk gadis manis mungilku (part 1: beratnya tumbuhkan cinta)

(Hari Pertama)
Sore itu, aku baru menyadari bahwa jodoh itu merupakan hal yang sangat misterius. Diantara 3 rahasia Alloh – itupun kalo mau dilihat sebagai 3, karena kulihat ketiganya adalah satu, bukan bermaksud untuk membicarakan doktrin salah satu agama yang dianut beberapa anggota keluargaku, namun karena pada hakikatnya, jodoh dan umur pun termasuk rejeki – yang namanya jodoh itu merupakan yang paling complicated jika dibandingkan dengan rejeki maupun umur, bahkan pada diriku sendiri yang pernah terkenal pada waktu SMA dulu sebagai playboy.
Awalnya, aku sangat benci gadis mungil itu, apalagi dunianya. Dunia dimana privasi individu dan kejujuran menjadi diri sendiri bukanlah sesuatu yang patut dihargai, namun malah sebaliknya, dimana kepandaian berpura-pura dengan kepalsuan yang dibuat-buat malah mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya. Dunia yang sudah kubenci sejak SMP, karena sejak itulah aku mengenal filsafat-filsafat anti-kemapanan yang kemudian tertanam dengan sangat kuat dalam otak dan hatiku.
Aku tak pernah peduli pada kemunculan gadis mungil yang aku pikir telah tenggelam dalam dunia palsu itu. Malah aku pernah merasa benci padanya, meskipun belum pernah bertemu dan berkenalan dengannya, karena “kepalsuannya” kuanggap sangat menghina prinsip-prinsip hidupku, agamaku, yang paling mendasar. Sungguh, aku dulu tak pernah membayangkan, bahwa perasaan yang timbul hanya dari tahu penampilan saja itu, ternyata sedang mencemooh aku sekarang ini.
Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, namun sebagai mantan “el-crocodilo” instingku terhadap perasaan gadis yang baru kukenal sangat kuat. Aku dengan gampang bisa menebak watak, sifat, dan pembawaan seorang wanita (baik yang masih gadis maupun ngga), hanya dengan berbicara dengannya selama minimal 10 menit. Kepekaan syarafku terhadap perasaan wanita itu pulalah yang mengejekku sekarang ini. Aku selalu menduga bahwa, takkan pernah terlintas dalam pikiran gadis seperti dia untuk mencintaiku, dan sekarang aku sadar bahwa aku salah. Aku tak tahu kenapa aku bisa salah seperti ini.
Dia – harus jujur kuakui – gadis yang sangat manis, disukai banyak orang, feminim, smart, berambut hitam panjang, jarang memakai make-up, jadi kecantikan wajahnya benar-benar alami. Beberapa sifat dan penampilan itu cocok dengan apa yang kusebut sebagai “my type”. Tapi diluar itu, sebelumnya, aku juga sangat membencinya karena dia hanya memakai jilbab – yang merupakan kriteria pertamaku dalam mencari pendamping hidup – pada saat dibutuhkan orang-orang yang ingin mendapatkan sedikit “keuntungan” duniawi dari penjualan kecantikan wanita itu saja.
Seorang teman kemudian mempertemukanku pada gadis mungil itu, setelah dia menyampaikan kritikku atas keikutsertaannya dalam salah satu kegiatan “obral kecantikan”. Ternyata, apa yang SEDIKIT kupikirkan tentang selama ini salah besar lagi. Dia ternyata seorang gadis mungil yang sangat matang, sangat tahu perannya dalam dunianya, dan ingin berjuang untuk keluar dari situ, serta ingin membantu teman-temannya yang belum terlalu jauh terbius dalam gemerlapnya dunia palsu yang gila itu. Dia ingin melawan semua kebiadaban yang dialami teman-teman lama maupun baru di dunianya itu, namun tak ada teman disana yang berani menegakkan kepala menghadapi kejamnya penguasa-penguasa dunia semu itu.
Dia memelukku, menangis, lalu bercerita banyak mengenai kebiadaban dan ketidaknormalan perilaku manusia-manusia yang tersesat dan terbius oleh gemerlap palsu dunia jahanam itu. (pembicaraan tak perlu diungkapkan disini, karena akan merusak inti cerita ini –ed.) Dia butuh seseorang yang mau dan mampu membantunya keluar dari situ, dan membantunya menghancurkan tatanan kehidupan penuh ilusi itu. Dia pikir orang itu adalah aku. Aku tak tahu kenapa, lalu dia menjawab, “Karena kamu orang yang berani, lugas, dan menguasai banyak hal yang dibutuhkan untuk tujuan itu.” Intinya, dia yakin aku bisa dia ajak berjuang…
Aku ikut menitikkan air mata, sesuatu yang bagi orang seperti “aku” merupakan sebuah hal yang menggelikan, sebuah ungkapan kekalahan, namun sekaligus juga ungkapan perasaan bersalah pernah “menuduh”nya sebagai salah satu agen perusak bangsa “maling” ini. Aku tak kuasa menatap bening mata jujurnya sewaktu mengatakan, “tolong bantu aku…” Apalagi sore itu dia memakai kerudung besar biru muda, dengan baju putih longgar “muslimah” – istilah yang sangat menggelikan bagiku – yang dipadu dengan rok longgar biru gelap yang benar-benar membuatku silau, jauh berbalik dengan penampilan “standar”nya yang suka mengobral rambut dan aurat lainnya. Aku merasa tertampar.
Aku takkan pernah lupa bagaimana dia mengatakan, “Aku udah banyak menjumpai orang yang kupikir bisa menolongku dengan tulus, tapi ternyata semuanya sama saja. Mereka cuma mau menolongku karena tertarik pada kecantikan wajahku saja. Aku tak tau kenapa aku bisa percaya sama kamu untuk menolongku, tapi aku (atas saran temenku yang juga merupakan pengagumnya –ed.) udah baca tulisan-tulisan kritismu di **** (censored), dan entah kenapa saat itu juga aku langsung ingin menemuimu.”
Aneh, aku – yang saat itu sudah menjalin satu hubungan dengan satu gadis lain – seolah-olah terbius matanya, suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Aku tak mampu menjawab sepatah katapun. “Ba***at!!!” (censored) serapahku dalam hati, mendengarkan kenyataan bahwa dunia yang sangat kubenci itu ternyata jauh lebih parah kerusakannya daripada yang pernah aku pahami sebelumnya. Aku masih diam menunggu dia menyelesaikan isak tangisnya. Setelah selesai, aku usapkan tissue yang diberikan temenku untuk menghapus sisa-sisa air mata yang masih meleleh dipipinya yang putih bersih itu.
Setelah tangisnya berhenti aku ajak bicara gadis mungil yang matanya masih merah itu. Aku katakan, “Maaf, kamu bukan siapa-siapaku, sebagai Muslim aku wajib melindungi semampuku sesama saudaranya yang perlu perlindungan, namun sebagai lelaki yang tak ada komitmen untuk saling terikat denganmu aku tak bisa berbuat lebih jauh, selain hanya berdoa semoga kamu selalu dilindungi Alloh.” Dia tertegun agak lama, mungkin kecewa dengan jawabanku yang tak pernah diduganya.
“Jadi kamu ngga mau menolongku?” Tanyanya diikuti tatapan tajam mata indahnya langsung ke mataku. “Oh, my God, this is not like you are thinking about…” Jeritku dalam hati. Aku merasa seperti dipojokkan. “Aku akan membantumu, dengan tulisan-tulisan di **** (censored) yang semoga saja bisa membuka kesadaran orang mengenai keluhanmu.” Lanjutku kemudian. “Itu ngga ada efeknya sama sekali sama aku yang selalu mendapat tekanan langsung kalau aku berani mengungkapkan masalah ini.” Lanjutnya dengan nada datar. “Oh, my God, the only God…” rintihku dalam hati. “So, what can I do for you?” tanyaku. Aku tak dapat membayangkan aku akan tahan bersama dengan gadis ini lebih lama lagi… Aku ingin secepatnya pergi dari sini. Gadis cantik ini benar-benar mengganggu pikiranku dengan kisahnya, karena itu aku bermaksud untuk segera menutup pertemuan ini dengan pertanyaan itu.
Aku lagi-lagi harus menyadari bahwa pertanyaan dan anggapanku tadi salah besar. “Bagaimana kalau kamu melakukan sesuatu yang membuatku menjadi halal bagimu? Kamu tentu tau maksudku?” Katanya dengan nada datar khasnya, sebuah pertanyaan sederhana yang bisa dijawab hanya dengan satu kata, ya atau tidak, tapi berdampak sangat besar dalam kehidupan kami berdua setelahnya, apapun jawabanku. God! Aku tak pernah mengira bahwa aku akan mendapat jawaban seperti itu. Hati dan pikiranku menjadi blank untuk beberapa saat lamanya. Aku tak tau harus menjawab apa, aku SMS seorang teman ustadzku di Jawa Timur, kuceritakan masalah ini dan aku mohon bantuan jawabannya secepatnya.
Sejenak kemudian sebuah SMS masuk ke HPku. “UDAH, KAMU NIKAHI SAJA DIA SECEPATNYA. KAMU NGGA AKAN TAU APA HIKMAH DIBALIK INI SEMUA, TAPI MEMBIARKANNYA BEGITU SAJA BUKANLAH SIFAT ASLIMU YANG KUKETAHUI. KALO KAMU NGGA MAU SESUATU YANG BURUK TERJADI, NIKAHI DIA SECARA SYIRRI. KAMU TETAP WAJIB MELINDUNGI DIA, P***K (censored) TIDAK TAU, DAN DIA LEBIH TENANG.” Aku berikan HP ke gadis itu, dia membacanya, sesaat kemudian dia berkata, “Aku setuju dengan temanmu, aku hanya perlu jawabanmu sekarang juga. Ya atau tidak…” Aku tak tau bagaimana bentuk mukaku waktu itu, yang jelas aku hanya bisa menjawab, “InsyaAlloh.”
Sehabis itu dia menghubungi orang tuanya, dan kami berempat sepakat untuk bertemu lagi besok paginya. Aku pulang dengan hati yang masih bimbang. Aku tak tau kenapa gadis seperti dia mau menikah denganku, pada pertemuan pertama lagi. Sempat aku curiga, jangan-jangan dia diumpankan ********* (censored) untuk menjebakku, seperti yang biasa terjadi pada siapapun yang mencoba untuk membongkar kejahatannya, apalagi ayahnya orang Inggris murni. Aku tak bisa tidur tenang malam itu. Aku bahkan tak bisa tidur sama sekali. Pikiranku melayang kesana kemari. Aku masih tak percaya bahwa besok aku harus membicarakan pernikahan dengan gadis yang baru sehari kukenal, dan baru sekali kutemui.
Aku habiskan rokok hampir dua pak penuh Djarum Super isi 16 malam itu saja. Padahal aku udah berniat untuk mengurangi jatah rokokku supaya ngga kaget kalau harus berhenti merokok nanti. Untuk meredakan kegelisahanku, aku sholat istikharoh, sholat sunat yang lama sekali tidak kulakukan, mungkin karena aku terbiasa stay calm and cool dalam menghadapi setiap masalah yang timbul. Kasus ini membingungkanku, totally confusing. Aku sholat dan berdoa, lama sekali, aku menangis, mengadukan segala permasalahanku pada Robb-ku. Setelah sholat aku tidur, dan… Gadis itu hadir dalam mimpiku. Dia tersenyum, manis sekali…
(Hari Kedua)
Aku pusing banget pagi itu. Aku bangun dengan hati kacau, meski pikiranku udah agak tenang. Aku mandi dan bersiap-siap menunggu gadis itu datang menjemputku. Jam 8 lebih sedikit dia datang dengan mobil *** hitam ****** nya, (censored) satu hal yang sebenarnya sudah cukup untuk membuatku down untuk menemuinya. F**k (censored) it all!!! Aku berdiri, seorang bidadari dengan kerudung hitam, baju putih berbordir emas dan rok hitam turun dari mobil itu. Kembali aku tertegun melihatnya.
“Heh, ayo naik. Udah ditunggu papa mama nih…” tegurnya melihat aku yang masih saja bengong. “Subhanalloh, cantik banget anak ini, apa iya aku akan menikahinya…” jeritku dalam hati. Sebelum kami pergi aku udah berdoa dan pasrahkan semuanya pada Alloh, kalau emang ini merupakan sebuah jebakan yang akan menghabisiku aku udah rela, tapi tentu saja aku tak akan pasrah tanpa perlawanan begitu aja. Aku SMS temenku, kutitipkan semua buku, dokumen, dan data di komputerku, dan minta dia untuk menulis tentangku kalau aku tiba-tiba menghilang.
Aku naik ke mobil dengan hati yang tak menentu. “Bismillahi tawwakaltu ‘alallohi laa haulaa walaa quwwata ila billah…” doaku dalam hati begitu kututup pintu mobil bagus yang tak tahu akan bisa kuperoleh dalam waktu berapa tahun dengan pekerjaan sebagai penulis hal-hal yang tidak populer ini. Aku belum bisa menyopir, jadi aku duduk di samping gadis yang menyopir dengan kelincahan yang mengagumkanku itu. Dia banyak menanyakan mengenai tulisan-tulisanku, sejak kapan aku menulis, kenapa aku tertarik dengan hal-hal yang bagi orang banyak termasuk asing. Semua pertanyaannya kujawab seperlunya, tanpa basa basi, sambil di dalam hati kulafalkan zikir, “Ya Alloh, Ya Alloh, Ya Alloh…”
Akhirnya kami sampai juga di rumahnya. Di pintu depan kami disambut oleh kedua orang tuanya. Papanya langsung menyalamiku dan memelukku. Segera kami masuk ke ruang makan rumah besar itu. Kami langsung menyantap makanan yang udah terhidang, gadis itu seolah tau aku ngga terbiasa makan dengan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, bergegas mengambilkan aku sendok dan garpu untukku. Sewaktu menyerahkannya, tangannya menyentuh jariku, entah kenapa aku malah memeganginya agak lama, setelah kesadaranku pulih aku segera tepis tangannya dan aku menunduk. “Astaghfirulloh al ‘adziiem...” Seruku dalam hati. Aku memang bukan ustadz, bukan orang alim, namun aku masih sadar bahwa aku bisa saja tertarik padanya kapan saja, dan itu bahaya. Dia tersenyum dan kembali duduk disampingku.
Kami kemudian makan, hening, sampai papa gadis itu mulai membuka pembicaraan. Aksen British-nya kentara sekali. Beliau menanyakan keseriusan anak gadisnya itu, dan tanpa basa-basi dia mengiyakannya dengan sikap mantap. Lalu dia menanyaiku. Aku agak gagap menjawabnya. “Emm, ya sir. Tapi perlu diketahui bahwa sayapun saat ini sedang menjalin satu hubungan serius dengan seorang gadis lain di *****. (censored). Jadi kalaupun saya menikah dengan ***** (censored), anda dan dia harus rela untuk menerimanya kalau sudah tiba saat saya harus menikahi gadis itu nanti.” Jawaban itu mengalir begitu saja.
Sang papa kemudian menanyai anak gadisnya apa dia bersedia. Seperti tadi, dia mengiyakan dan mengangguk dengan mantap. Sungguh, kalau aku bukan orang yang sedikit bisa menahan diri, aku pasti sudah lari dari situ saat itu juga. Aku tak pernah terbayang untuk poligami seumur hidupku, kecuali dalam bercanda sama temen-temen saja. Aku berkeringat dingin. Lututku gemetar. “Bagaimana mas?” Tanya papanya mengejutkanku. “Iy… iy… Yes, sir. InsyaAlloh saya… (aku terdiam agak lama) saya siap. Tapi ada aturan-aturan main yang harus anda semua sepakati. ” jawabku yang akhirnya menemukan kembali kejantananku yang dari kemarin seolah meninggalkanku entah kemana.
Lalu kami membahas masalah-masalah yang akan kami hadapi (tentu saja ngga akan kubahas disini), lalu aturan-aturan yang kutetapkan, Alhamdulillah semua setuju, termasuk kewajiban mengenakan jilbab kalau dirumah, meskipun saat tidur. Setelah selesai, gadis itu kemudian mendekatiku, memelukku dari belakang dan mencium pipi kananku di depan kedua orang tuanya sambil berbisik, “Makasih ya…” lalu kami masuk pembicaraan untuk menetapkan kapan dan dimana akad nikah mau dilangsungkan. Akhirnya tercapai kesepakatan ngga lebih dalam waktu kurang dari satu bulan kedepan. “Gila, mimpi apa aku semalam?” Batinku dalam hati. Setelah selesai makan dia mengajakku duduk-duduk di gazebo di teras belakang rumahnya. Aku masih agak canggung, dia menggandeng tanganku ke salah satu gazebo disitu. Kami mengambil kursi yang saling berhadapan.
“Gimana? Ngga sulit kan?” tanyanya dengan senyum yang tulus, tak seperti yang diperlihatkannya sore kemarin. Aku masih dieeem aja. Aku masih belum percaya bahwa aku baru saja membuat salah satu perjanjian yang paling berat konsekuensinya dalam agamaku ini. “Please give me a second to think freely…” Jawabku dengan nada yang sangat datar, emotionless. Dia seakan memaklumi keadaanku saat ini, dia ikut diam. Kami saling berdiam diri untuk beberapa saat lamanya, lalu entah setan mana menghampiriku aku tiba-tiba teriak, “This is very wrong!!!” Teriakanku itu rupanya mengejutkannya.
“Apa yang salah?” tanyanya sambil mendekatiku, lalu dia duduk di kursi di sebelahku. “Apa harus kukatakan bahwa aku sama sekali belum bisa mencintainya, padahal tanggal akad udah ditetapkan…” tanyaku dalam hati. Aku berpikir agak lama, dan akhirnya kuputuskan untuk mengatakannya, bagaimanapun reaksinya nanti. “Maaf, aku meskipun pernah jadi playboy, tapi aku bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta. Awalnya pun aku sangat benci sama kamu, kamu tau sendiri apa masalahnya. Aku, jujur aja, meski tanggal pernikahan udah ditetapin, masih belum ada cinta yang tumbuh untukmu. Semua ini hanya rasa sayang dan kasihan pada nasibmu yang selalu menghadapi tekanan yang sangat berat aja. Mohon kamu maklumi itu…” Akhirnya keluar juga.
Diluar dugaanku, dia malah tersenyum manis. “Aku paham itu. Aku malah heran seandainya orang sepertimu bisa mencintaiku hanya dalam waktu sehari semalam saja. Aku tau kebencian dahsyat awalmu padaku, apalagi pada duniaku. Tapi kamu perlu tau, aku tak terpengaruh sedikitpun oleh hal itu. Detik pertama kamu menyatakan kesediaanmu menikahiku, detik itu pula aku berjanji untuk mencintaimu setulus hatiku, with no reserve. Perasaan cintaku padamu yang mulai tumbuh sejak aku melakukan sholat istikharoh tadi malam tak akan terpengaruh oleh itu. Kalau kamu ada sedikit rasa sayang yang tulus, sedikit saja, itu sudah cukup bagiku.” Aku tertegun mendengar jawaban itu. Kupandang lagi wajah putih bersihnya itu. Matanya seolah-olah berkata bahwa dia jujur. “O, dia istikharoh juga to…” kata suara hatiku.
“OK, you have understood and accepted it. Jangan ada complain di belakang nanti.” Jawabku dengan ketegasan yang pasti bisa dia rasakan, meski dia tidak di hadapanku. Dia tetap memandang kedepan sambil mengangguk mantap. Dia lalu memeluk aku di pinggang. Dalam keadaan biasa pasti udah aku kibaskan dia. Tapi menyadari bahwa dia adalah calon istriku aku diam saja, meskipun ajaran agamaku mengatakan bahwa itu tetap saja salah. Aku menoleh ke kiri, dan bertemu pandang lagi dengannya yang juga menoleh ke kanan. Entah kekuatan apa yang menggerakkan, tangan kiriku kemudian bergerak merengkuh pundaknya. Dia lalu menyandarkan kepalanya ke tubuhku. Lalu kami sedikit memutar tubuh supaya bisa berhadap-hadapan, dan kami tau-tau sudah berpelukan dengan eratnya. Aku bisa rasakan kebahagiannya dalam senyum manisnya yang mengembang.
Dada kecilnya yang menempel ke dadaku terasa berdetak kencang. Aku kecup keningnya, dan saat itu pula aku baru menyadari bahwa dia cantik sekali, gadis mungil yang manis sekali, meskipun tak memakai make up seperti penampilan standarnya. Tangan kananku yang memeluknya mengelus-elus lembut belakang kepalanya yang terbungkus kerudung hitam. Dia memejamkan mata seolah menikmatinya. Aku hampir saja lupa diri mau mencium bibir merah mudanya kalau saja waktu itu tidak terbersit pikiran bahwa dia belum halal bagiku, spontan aku menarik tangan dan kepalaku sambil berucap lirih “Astaghfirulloh al ‘adziim…” Dia sepertinya paham, dan memilih untuk tak berkomentar. Kami melanjutkan kebisuan itu selama beberapa menit, sampai adzan Dzuhur terdengar.
“Ayo kita Dzuhur-an bareng.” Ajaknya seraya mengulurkan tangan kanannya. Aku menyambut ajakannya dan mengulurkan tangan kiriku menyambutnya. Kami sholat bareng di dalam kamarnya, sementara orang tuanya di ruang sholat disebelah kamarnya. Selesai sholat, dia ulurkan tangannya untuk menyalamiku, aku seperti terhipnotis kembali menyambutnya, kemudian dia menarik tanganku lalu mencium punggung tanganku dengan penuh perasaan. Sebenarnya aku merasa kurang sreg, namun entah kenapa aku tak kuasa menolaknya. Setelah selesai berdoa sendiri-sendiri kami keluar dan menuju ruang makan untuk lunch bareng ortunya lagi.
Setelah lunch kami mengantar orang tuanya yang mau pulang, aku kemudian menyalakan rokokku yang sejak pagi belum kusentuh di ruang tamu. Dia melihatku dengan pandangan sayang, lalu bertanya, “Sekarang kita mau ngapain?” Pertanyaan basa basi itu tidak kujawab, aku meneruskan merokokku yang ternyata memang bisa membuatku sedikit rileks. Dia lalu berkata lagi, “I do hate smokers, but why still I do love you…” Aku agak terkejut dengan pernyataan tersebut, dan ketika itu baru kusadari bahwa tidak ada asbak di mejanya. Aku kemudian keluar untuk membuang rokok yang masih separuh lebih itu, lalu masuk lagi dan mengatakan, “Maaf…”
“Ngga papa. I do comprehend it…” Jawabnya diiringi senyum manisnya. Lalu kembali kami terduduk dalam kebisuan yang mencekam selama beberapa lama. Tak enak dengan keadaan itu, aku meminta untuk diantarkan pulang saja, dia tak keberatan dan segera mengantarku. Di jalan dia seperti waktu berangkatnya, banyak bertanya, dan aku hanya menjawab seperlunya saja. Sesampainya di rumah dia langsung balik lagi setelah mencium keningku. Kami lanjutkan hari itu dengan SMSan seharian penuh. Malamnya kembali aku tenggelam dalam pekerjaan editingku, tetap sambil SMSan sama dia.
(Hari Keenambelas)
Hari-hari kemarin ini kulalui dengan pekerjaan editing dan proof-reading yang memaksa aku bolak balik online mengecek akurasi dan men-scan puluhan buku dalam sekali waktu membuatku seperti kembali pada kodratku. Kembali rokok dan kopi menjadi teman setiaku bersama dua teman baikku dalam mengedit buku yang jadi tanggung jawabku itu. Kami berdua selama ini hanya berhubungan melalui SMS dan telpon, tanpa pernah ketemu. Dalam enambelas hari kami sudah lumayan cukup bisa saling membuka diri. Aku heran kenapa aku lebih mudah komunikasi lewat SMS atau telpon daripada waktu ketemu langsung. Mungkin aku kebanyakan on-screen dan di depan buku sehingga membuatku menjadi “anti-sosial”.
Pagi itu aku ngga tahu kenapa aku merasa kangen banget pada gadis mungil itu. Tadi malam dia SMS, bilang kalau dia ingin memanggilku “mas”, dan dia pengin dipanggil “dek”. Aku setujui saja hal itu, meskipun kurasakan agak aneh karena dia setahun lebih tua dari aku. “Menyenangkan hati orang berpahala,” pikirku. Selama 2 minggu itu kami intens SMSan maupun telpon, hubungan kami semakin dekat, seiring dengan beberapa pertengkaran yang juga terjadi diantara kami. Bukan bertengkar tepatnya, karena kalau aku marah aku selalu diam, dan dia kadang tak tahu kalau aku marah. Namun setelah kuberi tahu masalahnya dia selalu minta maaf sambil menangis, dan akupun tak tega untuk tidak memaafkannya. Pertengkaran alamiah memang membuat hubungan jadi tambah dekat setelah ishlah (perdamaian). Demikian juga yang terjadi pada kami berdua.
Kami SMSan seperti biasanya, dan aku harus katakan padanya bahwa mulai tadi malam aku merasa ada sesuatu yang lebih besar daripada rasa sayang dan kasihan yang mulai tumbuh dalam diriku. Sebelum Dzuhur aku SMS dia dengan kata-kata, “DEK, NGGA TAU APA YANG SALAH SAMA MAS, TAPI SEHABIS TAHAJJUD TADI MALAM, MAS MERASA CINTA MULAI TUMBUH. MAS SANGAT YAKIN DENGAN HAL ITU. KARENA ITU MAS TEGASIN BAHWA MAS CINTA SAMA ADEK, SAYANG SAMA ADEK, ADEK NGGA PERLU KHAWATIR BAHWA KITA AKAN NIKAH TANPA CINTA NANTI.”
Agak lama aku menunggu jawabannya, sesuatu yang tidak biasa. Biasanya dia selalu menjawab sesegera mungkin. Setelah agak lama menunggu, sehabis sholat Dzuhur akhirnya sebuah SMS panjang masuk ke folder inbox HP-ku. SMS itu berbunyi “WHAT!!! SUBHANALLOH. ALHAMDULILLAH. BENERAN MAS UDAH BISA CINTA SAMA ADEK? ADEK SENENG SEKALI, MAS. MAS SAYANG, MAKACI YA. ADEK NGGA TAU MAU NGOMONG APA. MAS, ADEK JANJI, ADEK NGGA AKAN SIA-SIAKAN CINTA DAN KASIH SAYANG MAS SAMA ADEK. ADEK JANJI NGGA AKAN KECEWAIN MAS, MESKI HARUS KORBANKAN APA SAJA UNTUK ITU. LEBIH BAIK ADEK MATI DARIPADA HARUS KECEWAIN MAS. PEGANG JANJI ADEK YA MAS. ADEK SUDAH LEGA SEKARANG. ADEK MERASA JADI ORANG YANG PALING BAHAGIA DI DUNIA. ADEK RINDU SAMA MAS. PELUK ADEK YA.”
“Berlebihan…!” Pikirku. Tapi kucoba memakluminya. Yah, dia wanita yang butuh perhatian, cinta, dan kasih sayang. Aku memang merasa cintaku baru tumbuh tadi malam. Aku ngga tahu kenapa aku bisa seperti itu, tapi aku merasa mantap sekarang. Aku bisa merasa tenang menghadapi penikahan syirri yang insyaAlloh akan berlangsung dua minggu lagi. Sekarang aku masih sedang menunggu hari itu, sambil terus menyelesaikan proyek editing yang benar-benar menguras sumber daya pikiran dan emosiku itu. Semoga kedepan, setelah aku menikahinya, aku dan dia bisa lebih baik lagi. Amien. Aku bisa tersenyum sekarang. “Aku cinta kamu, mungil”.

Untuk seorang gadis manis mungil, yang pasti tahu bahwa gadis mungil itu dirinya setelah membaca tulisan ini, semoga kita bisa memperjuangkan apa yang telah kita niatkan dari awal. Pernikahan kita nanti bukanlah pernikahan biasa. Aku insyaAlloh akan membelamu, menjagamu, dengan segala upaya yang mampu kuusahakan. Terimakasih sudah mempercayakan hatimu padaku, aku akan jaga itu baik-baik.
Untuk seorang gadis manis lain yang masih menungguku, maafkan aku kalau harus seperti ini. Aku tak ingin membohongimu, dan aku tak bermaksud mengkhianati cintamu yang telah terbukti tulus padaku selama bertahun-tahun. Aku ingin kamu tahu bahwa, meski aku menikahi gadis lain sebelum kamu dan tidak memberitahukanmu, tidak berarti aku berniat membohongimu dalam pengkhianatan, apalagi meninggalkanmu. Tolong pahami bahwa aku mendapat amanah untuk menjaga gadis itu. Aku bukan pengkhianat, dan suatu saat kamu akan mengerti apa tujuanku menikahinya. Suatu saat aku akan kenalkan dia padamu, setelah aku menikahimu tentunya.
Untuk Eko, sahabatku, pemilik blog ini, terimakasih sudah memberi tempat untuk berkeluh kesah. Semoga blognya semakin ramai, dan kamu bisa mengambil ibroh dari kisah ini.
NAMA, TEMPAT, KEJADIAN & BEBERAPA HAL LAIN SENGAJA DISENSOR DAN DIDRAMATISIR UNTUK MELINDUNGI KEPENTINGAN PELAKU-PELAKUNYA.

Sebuah cerita yang indah...sangat indah menurut saya...semoga temanku bahagia dengan apa yang telah ia pilih, ku bingkiskan sebuah puisi sebagai kado pernikahan mereka...semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah....amin
Cinta

Tuhan...
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan...
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati – Mu
Agar kerinduanku pada-Mu semakin menjadi

Tuhan...
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai –Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada – Mu

Tuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta ini
Agar tidak melebihi cintaku pada – Mu

Tuhan...
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena –Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dincintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Sabtu, 05 Juli 2008

KEJUJURAN

Bersiaplah selalu untuk menghadapi situasi yang menuntut kejujuran anda, nasehat agar kita senantiasa berlaku jujur memang lebih mudah untuk di ucapkan dari pada kenyataan. Bayangkan bila seseorang dalam keadaan "terjepit", bila ia berkata jujur, ia akan kehilangan keuntungan besar yang sudah ada dalam genggamannya. Sebaliknya, bila ia mau sedikit berdusta bukan hanya keuntungan namun juga kebanggaan yang akan diraihnya. Sebenarnya, kejujuran tidak berkaitan dengan untung-rugi. Kejujuran adalah sebuah sikap yang tidak perlu dihitung dengan nilai uang. Kejujuran bukanlah sebuah pilihan. Seoarang melakukan dusta karena ia memilih untuk berdusta. Mengapa berdusta adalah pilihan? karena anda tidak bisa menipu diri sendiri. Hati nurani tak bisa dibungkam meski ia hanya berbisik lirih.

Pepatah kuno ini tak pernah lekang bagaimanapun majunya sebuah perekonomian :" Kejujuran adalah mata uang yang laku dimana-mana" Bawalah sekeping kejujuran dalam saku anda, itu melebihi mahkota raja diraja sekalipun...!!!!  

Orang-orang penting

Istilah orang penting terlalu sering digambarkan dengan politisi yang berkuasa, bos konglomerat, atlet berprestasi, artis ternama, atau semua yang kita golongkan selebritis.

Kenyataanya, setiap orang adalah orang penting. Setiap kehidupan adalah penting. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain...Anda sama pentingnya dengan wajah-wajah bermunculan di layar TV atau sampul majalah. Demikian juga pentingnya orang-orang disekitar anda.

Setiap orang memiliki sesuatu yang bisa disumbangkan pada kehidupan. Setiap orang bisa membuat perbedaan bernilai positif, setipa orang memiliki hal yang khas didunia ini, dan setiap orang memerlukan hidupnya semakin bernilai...itu yang membuat setiap orang menjadi penting. Tentu ada orang yang berhasil menjadi inspirasi orang lain, yang mampu memimpin orang lain, yang mau melayani orang lain, atau mengajari orang lain. Mereka juga tidak lebih pentinig dari orang lain. Tetapi mereka melakukan itu karena dimulai dengan kesadaran bahwa hidup mereka penting lagi saat mereka memerlukan orang lain.

Orang-orang penting disekitar kita...mereka memiliki potendi yang luar biasa, sama seperti anda...Kenali dan hargai potensi yang ada pada mereka, dan diri anda. Sertai dengan tindak lanjut, Jadikan mereka orang penting, dan anda pun akan dianggap orang penting...

Kamis, 03 Juli 2008

JODOH

Orang - orang optimis selalu berkata, jodoh kita adalah apa yang kita usahakan, bukan semata-mata pemberian dari tuhan, jika kita yakin dan berusaha maka kita akan mendapatkan jodoh yang kita inginkan...

"Seorang pria telah berpacaran dengan dadis impiannya selama bertahun-tahun, dan ia yakin bahwa gadis itu adalah jodohnya, selama berpacaran badai dan karang mereka lalui bersama dan tidak ada satupun didunia ini yang bisa membatalkan rencana pernikahan mereka, pada hari yang telah ditentukan, upacara pernikahan dilangsungkan dengan sangat meriah, sang pria dengan bangga menunjukkan kepada sahabat dan kerabat bahwa ia bisa menikahi gadis impiannya...beberapa tahun kemudian seorang teman mendapati ia sedang duduk sendirian ditaman, setelah berbincang-bincang teman tersebut baru mengetahui bahwa ia sudah bercerai dengan istrinya karena alasan yang tidak bisa ia sebutkan, sang teman mencoba menghibur dengan menceritakan pengalaman hidupnya, bertahun-tahun ia mencintai seorang gadis dan berupaya keras menikahinya namun dengan berbagai macam alasan dan rintangan ia harus say goodbye kepada mimpi dan rela berpisah dengan gadis itu, beberapa waktu kemudian ia bertemu secara tidak sengaja dengan seseorang yang kini menjadi ibu dari anak-anaknya...."

Jodoh adalah rahasia tuhan...kita tidak pernah tau apakah suami, istri atau kekasih kita saat ini adalah benar- benar soulmate atau jodoh kita...Tuhan telah menciptakan kita berpasang-pasangan sebagaimana yang telah di sebutkan di dalam kitab suci,masalahnya apakah kita bisa menemukan belahan jiwa itu, kita mungkin selama ini tidak pernah menyadari bahwa jodoh kita adalah orang yang selama ini ada di depan kita, cuma kita terlalu sibuk mencari bahkan sampai ke belahan dunia yang berbeda sekalipun. Tidak ada salahnya memang bila kita berusaha mencari orang yang kita inginkan, hanya saja terkadang kita terlalu optimis dan melupakan faktor X yaitu kekuatan illahiyah(ketuhanan) yang sesungguhnya sangat menentukan dalam proses pencarian kita!!

Berdoalah kepada sang pencipta, apabila kita sudah menemukan seseoranh yang kita harapkan, atau sudah menikah dan memiliki putra dan putri atau bahkan  belum menemukan belahan hati, semoga orang yang akan bersama kita atau sedang bersama kita saat ini adalah jodoh kita sekarang dan selamanya............Amin

Sabtu, 28 Juni 2008

Catatan sore 28 Juni 2008

konichinwa mina san...!!!!anyeong haseo....!!!
wah...hari ini lumayan seru, ternyata terakdang ramalan bintang yang ada di majala-majalah ada benernya juga yagh...jadi di ramalan bintang yang ada di majalah HAI untuk minggu ini mnyinggung masalah tanggal penting untuk yang berbintang aries itu tanggal 27 dan 28 Juni...entah kebetulan atau ngak tapi yang pasti dua hari ini bener2 penting dan seru bnaget buat saiyagh di banding beberapa hari yang udah dirikuw lalui selama bulan juni ini...kenapa penting ???coz hari ini dirikuw yang ngewawancara seventeen...itu loh band yang selalu mengalah...yup!!!karena pas jam dines saiyagh, walaupun tadi tandem dengan bunsent coz dirikuw takut ntar rada garink kalu sendiri...yang pasti siy seneng banget bisa ketemu mereka secara langsung (tapi tadi pas wawancara belaga' jaim)eh tau gak ternyata vokalisnya seventeen itu orang pontianak aseli loh!!! cuma di kuliah di jogja...katanya siy neneknya orang sambas gitu...(mmmm kapan yagh dirikuw bisa jadi kek diya????)cuma yang rada ngebetein tadi ada penyiar dari radio kita yang sok kejakartaan dateng...pikir cuman buwad ketemu ma seventeen eh rupa-rupanya memenfaatkan keadaan...disaat orang pada sibuk dia minta greeting buwad radio dia....ugh...kesel!!!!!tapi gpp lha...maap yagh ....
btw hari ni siaran lumayan nyapekkan coz dari jam 3 sampai jam 10 malem.....heran??? gag perlu heran kan kami PNS (Pegawai Non Stop)wakakakakkkk....yawdah de, sukses ajagh ya buwad seventeen ntar kalu ke Pontianak maen ke Pro2 lagi yagh!!!!!
yatta!!!

Jumat, 20 Juni 2008

KASIH SAYANG SEORANG IBU

Saat kau berumur 15 Tahun, dia pulang kerja dan ingin segera memelukmu, sebagai balasannya kau kunci kamarmu.

Saat kau berumur 16 Tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya, sebagai balasannya kau pakai mobilnya selama ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya...

Saat kau berumur 17 tahun ia sedang menunggu telpon yang penting, sebagai balasannya kau pakai telpon nonstop semalaman...

Saat kau berumur 18 tahun ia menangis terharu ketika kau lulus SMA, sebagai balasannya kau berpesta sampai pagi dengan teman-teman mu

Saat kau berumur 19 tahun ia membayar biaya kuliahmu dan mengantarkanmu ke kampus pada hari pertama, sebagai balasannya kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu dengan teman-teman mu...

Saat kau berumur 20 tahun, ia bertanya " darimana saja seharian ini?" kau jawab " ah...ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!!"

Saat kau berumur 21 tahun ia menawarkan satu pekerjaan yang bagus untuk karir mu di masa depan, sebagai balasannya kau katakan " Aku tidak ingin separti ibu!!!"

Saat kau berumur 22 tahun ia memelukmu terharu saat kau lulus perguruan tinggi, sebagai balasannya kau bertanya kapan kau bisa pergi ke bali...

Saat kau berumur 23 tahun ia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu, sebagai balasanya kau ceritakan ke teman-temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau beerumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di  masa depan, sebagai balasannya kau mengeluh, "bagaimana ibu ini kok  bertanya seperti itu..."

Saat kau berumur 25 tahun ia membantumu membiayai pernikahanmu, sebagai gantinya kau pindah ke kota lain yang jauhnya lebih dari 500km

Saat kau berumur 30 tahun ia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayi mu, sebagai balasannya kau katakan " Bu...sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun dia menelpon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat, sebagai balasannya kau jawab " Bu...saya sibuk sekali gak ada waktu...!!!"

Saat kau berumur 50 tahun dia sakit-sakitan dan membutuhkan perawatanmu, sebagai balasannya kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal dirumah anak-anaknya

Dan hingga suatu hari dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang bagaikan palu godam di hati mu... 

"JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS DAN TANPA SYARAT KEPADAMU...."
 

Minggu, 15 Juni 2008

CINTA DAN WAKTU

Alkisah di sebuah pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda abstrak: ada CINTA, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN, Dan sebagainya, mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datamng badai menghempas pulau kecil tersebut, air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau tersebut, semua penguni cepat-cepat menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan karena ia tidak pandai berenang dan tidak mempunyai perahu, ia berdiri di pantai dan mencari pertolongan sementara itu air semakin naik membasahi kaki cinta.

Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu " Kekayaan!!!kekayaan ...tolong aku...!!!" teriak cinta. " Aduh cinta mohon maaf...perahuku sudah penuh dengan harta benda ku, aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahuku tenggelam, lagi pula sudah tidak ada tempat lagi untuk mu di perahu ku!!" jawab kekayaan dan dengan  segera mengayuh perahunya pergi.Cinta sedih sekali namun dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya..."Kegembiraan...tolong aku!!!!" namun kegembiraan terlalu gembira karena menemukan perahu sehingga ia tidak mendengar teriakan cinta.

Air semakin tinggi membasahi cinta sampai ke pinggang dan cinta semakin panik.Taklama lewatlah kecantikan..." Kecantikan...bawalah aku serta dengan mu!!" Teriak cinta."Wah cinta...kamu basah dan kotor, aku tidak bisa membawamu serta karena nanti kamu akan mengotori perahuku yang indah ini!" sahut kecantikan.

Cinta sedih seklai mendengarnya, ia mulai menangis terisak-isak dan pada saat itu lewatlah kesedihan " oh kesedihan bawalah aku bersama mu...!!" kata cinta..."maaf cinta aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja" kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta Putus asa ia merasakan air semakin anik dan akan menenggelamkannya. Pada saat itulah terdengar suara " Cinta marilah naik ke perahuku!!"Cinta menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya, cepat-cepat cinta naik ke atas perahu itu... dipulau terdekat orang tua tersebut menurunkan cinta dan langsung pergi lagi, pada saat itu barulah cinta sadar bahwa ia tidak mengetahui sama sekali siapa orang tua tersebut,siapa sebenarnya orang tua itu?? "tanya cinta kepada seorang tua penduduk pulau tersebut."Oh orang tua tadi??? orang tua tadi adalah WAKTU"jawab orang tua itu" Tetapi mengapa ia menyelamatkanku??? padahal aku tidak mengenalnya...bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolongku..." tanya cinta heran..."Sebab"kata orang tua itu"hanya waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari cinta...!!!"

SEPATU SI BAPAK TUA

Seorang bapak tua pada suatu hari hendak berpergian nail bus kota...

Pada saat dia akan menginjakan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan. Sayang, pintu tertutup dan bus langsung berlari cepat dan bus ini akan berhenti di terminal berikutnya  yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tidak dapat memungut sepatunya yang terlepas tadi...melihat kenyataan itu dengan tenang ia melepas sepatu yang sebelahnya dan melemparkan ke luar jendela...

Seorang pemuda yang duduk didalam bus tercengang dan bertanya kepada si bapak tua " Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?" Bapak tua itu menjawab dengan tenang "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya!!"

Bapak tua dalam cerita itu merupakan contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya kepada benda, ia berbeda dengan kebanyakan orang yangh mempertahankan sesuatu semata -mata kerena ingin memilikinya atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.

Sikap mempertahankan sesuatu-- termasuk mempertahankan apa yang sudah tidak bermanfaat lagi--adalah akar ketamakan, penyebab ketamakan adalah kecintaan yang terlalu berlebihan terhadap harta benda. Kecintaan ini menimbulkan keterikatan, kalau sudah terkait sesuatu, anda akan mengidentifikasikan diri anda dengan sesuatu itu, anda bahkan akan menyamnakan kebahagiaan diri anda dengan memiliki benda tersebut, kalau demikian anda pasti sulit memberikan apapun yang anda miliki, karena hal tersebut bisa berarti kehilangan kebahagiaan anda.

kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita, pikiran ini salah, harta kita bukan milik kita, ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus di pertanggung jawabkan., Pertanggungjawaban kita adalah bagaimana kita bisa menjaganya dan memanfaatkannya.

Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara, semuanya milik tuhan dan suatu saat akan kembali pada-Nya. Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita : harta benda; kekayaan;pasangan hidup;anak-anak; dan sebagainya, tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda, kalau biasanya anda merasa terganggu bila ada yang m embutuhkan bantuan, sekarang anda merasa bersyukur. Kenapa??  karena anda melihat itu sebagai "perpanjangan tangan" Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas anda adalah untuk memeruskan "Tititpan" Tuhan untuk orang yang sedang membutuhkan bantuan..

Cara berfikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan  dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tidak pernah berkurang, semua orang akan Merasa menang, tak ada yang kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja denagn konsep ini semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak. 

Sebagai penutup ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak...
" Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tidak dapat melepaskannya
Engkau akan terbelenggu olehnya
apapun harta mu...
Harta itu harus kau genggam dengan tangan mu
Seperti engkau memegang air
genggamlah denga erat...dan harta tersebut akan lepas
Akuilah itu sebagai milikmu..maka kau akan mencemarinya
Lepaskanlah maka semuanya itu akan menjadi milikmu selamanya..."

Senin, 12 Mei 2008

catatan siang 13 mei

helow....
siank ini dirikuw dapet dines syaran jam 9 ampe jam 12...gag taw napa kalu siaran jam segitu berasa gag siaran jam 9 ampe 10 ada mandolin (ira ma nana)jam 11 ampe 11.30 berita olah raga...paling-paling dirikuw siaran cuman satu setengah jam ajagh....sebenarnya dirikuw dines jam 8 malem cuman piko minta tuker yawdahlah...lumayan ntar malem bisa nonton miss Indonesia
oyagh,hasil ketemuan kemeren malem, dirikuw dapet kerjaan lagi...ugh gara2 pak yusuf kalla siy maw dateng ke Pontianak...jadi repot deh...
biz ni jam 12 kekna dirikuw maw ketemu ma nina...(temen sma yang jadi reporter kompas...katanya)maw minta tulung niy...ada beberapa keperluan...
nothing special siy hari ini, cuman si bunsent ajagh yagh sibug gag jelas dari tadi....ngerisaw mulu dari tadi udah kayak ayam maw betelor...enaq banget yagh jadi staf kalu gag da kerjaan bisa jalan-jalan....!!!trus kalu dah istirahat maem siank bisa balik...dasar makan gaji buta'!!!!!
pegawai2 negeri diluar sana begitu juga gag yagh??? apa jadinya negeri ini kalu abdi negaranya ajagh ele'-ele'an....huffhhhh...
kalu kayak kami ini PNS a.k.a Pegawai Non Stop yang gag kenal waktu mau tengah maelm...maw subuh ...hajar bleh....

catatan malam hari ...12 Mei

guys... lagi berita dari jakarta niy...lumayan ngilangin BT daripada lumanyu[basi...!!!] buka-buka folder kata motivasi di komputer eh ada satu tulisan yang seru semoga bisa diambil maknanya....
DELAPAN KADO INDAH
1.kehadiran
Kehadiran orang yang paling disayangi adalah kado yang paling tidak ternilai harganya.emang sih kita bisa hadir dihadapannya lewat telpon,sms,e-mail, ato bahkan fax...tapi dengan berada disamping orang yang kita cintai, kita bisa berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara utuh dan intensif. jadikan kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. mendengar
Sedikit orang bisa memberi kado ini, karena kebanyakan dari kita lebih senang didengarkan dari pada mendengarkan, dengan memberikan segala perhatian kepada seluruh ucapannya secara tidak langsung kita juga telah menambuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengarkan dengan baik kita harus benar-benar dalam keadaan relax dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan,tatap wajahnya, tidak perlu mencela,mengkritik apalagi mengahakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan anda untuk memberi tanggapan yang tepat setelah itu. tidak harus berupa diskusi atau penilaian, sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. DIAM
Seperti kata-kata, didalam diam juga terdapat kekuatan,diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau untuk membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya diam juga bisa menunjukan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya 'RUANG' , terlebih jika sehari-hari kita terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk mengatur kehidupan orang bersangkutan, bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya??memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. makna kebebasan adalah bukan "KAU BEBAS BERBUAT SEMAU MU" lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberi keprcayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tidak bahagia bila orang yang kita cintai tiba-tiba tampil lebih cantik atauy lebih ganteng?? tampil cantik dan rupawan adalah kado yang paling indah.selain keindahan pribadi, anda juga bisa membagikan keindahan dengan lengkungan sekitar kita.
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar kita sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi, seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya milik kita.Klai ini coba hadiahkan tanggapanm positif, nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat selama seminggu berapa kali anda mengucapkan terima kasih atas segala yang telah ia lakukan demi anda??? ingat-ingat juga pernahkah anda memujinya???Kedua hal tersebut , terimakasih dan pujian (termasuk permintaan maaf)merupakan kado indah yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak jadi bahan pertengkaran, apalagi sampai pertengkaran yang hebat, bila anda memikirkan hal ini berarti anda siap memberikan kado "KESEDIAAN MENGALAH" Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa terlebih diberikan denga tulus bisa menjadi pencair hubungan yang beku, Pemberi semangat dalam keputusan, Pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan lingkungan sekitar kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis untuk orang yang anda kasihi???????
Gimana??? semoga bisa memberikan inspirasi ajagh deh buat semuanya...
btw dah kelar siaran nih maw balik dulu...kita nyambung besok yagh.....

catatan sore hari ...12 mei

17.15 WIB
Hari ini kebagian jadwal siaran jam 16.00 sampe jam 19.30...jadi lumayan bisa santai2 dulu dirumah dan bisa bangun siang...coz kemaren aseli capek banget dari pagi ampe malem...
oya tadi jam pertama kan ruang universitaria...dateng anak-anak dari jurusan teknik sipil polnep...lumayan seru sih anak-anaknya...ada yang keren lagi...heheeeeee ;p oya lupa ada adik kelas saiyagh waktu sma koq sekarang tambah keren yagh.... halah apa coba......padahal si piko juga kuliah di tempat yang sama, seharusnya dia dunkz yang ngebawain, tapi yawdah lah...lumayan juga tadi dari pada lumanyun(basi....!!!) huffff abies syaran musti ngumpul lagi ma PA (KML + DMPT) rada males niy coz lum ada laporan maskali bulan ini ...huffff jangan2 nti di do juga dari p****i gimana yagh cara ngadepin 2 orang ntu.....lieur euyy
tapi tadi si andra bilang dia juga gag da laporan smoga ajagh bisa ngebantu .... duh lama-lama jadi males juga ngejalanin hidup dengan kerjaan gag jelas gini...kalu bleh jujur lebih enaq jadi pentyiar walaupun gajinya gag gede-gede amat...cuma dirikuw juga gag bisa ngelepasin p****i gitu ajagh karena lebih menjanjikan ...dilematis nih...
owyah...lagi muterin lagu rossa yang baru niy yang ost. munajah cinta ternyata lagunya bagus banghet yagh....
berarti manbah lagi niy list lagu fav. saiyagh setelah tangga kesempatan kedua...
duhhhh koq mikirin lagu siy pikirrrrr dunkz....apa alasan yang tepat buat KML ma DMPT, selalu begini kejadiannya kalau udah mau ngumpul, mulai bingung dengan laporan...kapan yagh dirikuw bisa bebas dari keadaan semacam ini....apa mingkin harus keluar dari P****i????

WHO AM I...???


Terlahir di Pontianak 3 April 1986 dengan nama EKO TEGUH PRASETYO WINARYO...sebagai sulung dari 2 bersaudara dari pasangan SIYO WINARNO dan EKKA ERYANI.

Seorang ARIES yang sedari kecil dipanggil DIMAZ oleh keluarga dan kerabat mempunyai suatu impian bisa keliling dunia untuk mengagumi kebesaran ilahi...

tercatat sebagai seseoarang ANNOUNCER di LPP RRI Pontianak tepatnya di Programa 2, dan juga sebagai abdi negara yang tidak perlu diketahui oleh orang...

di waktu senggang senang sekali membaca buku... dan punya cukup banyak prestasi dibidang tarik suara....pecinta warna khaki dan lagi seneng dengan parfum HUGO BOSS SELECTION di mix dengan CLINIC HAPPY 4 MAN...satu hal lagi, tergila-gila dengan LARUKU dan all about JAPAN dan KOREA.....KAWAIII.....

i think thats all 4 da introducing...more about me [081352230070]